Mendorong Pertumbuhan Halalpreneur, Kadin Indonesia dan Kadin Lampung Gelar Sinergi Ekonomi Syariah
Kata Kunci: Ekonomi Syariah, Halalpreneur, Kadin Indonesia, Kadin Lampung, Pertumbuhan Ekonomi
Bandar Lampung – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kadin Lampung menggelar acara bertajuk Sinergi Ekonomi Syariah: Membangun Halalpreneur Berkualitas untuk Pembangunan Ekonomi Daerah Lampung. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah, sekaligus memperkuat peran pelaku usaha halal di daerah.
Acara yang berlangsung ini dibuka langsung oleh Bapak Yusuf Kohar, selaku Dewan Kehormatan Kadin Lampung. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya ekonomi syariah dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Lampung. "Dengan sistem ekonomi syariah yang kuat, kita bisa menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, adil, dan berkelanjutan," ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dua pemateri nasional dan daerah turut berbagi wawasan terkait strategi penguatan ekonomi syariah.
-
Pertumbuhan Ekonomi Syariah dan Target 8%Pemateri pertama, Yuliana Zahara dari Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia, menjelaskan potensi besar ekonomi syariah di Indonesia. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa ekonomi syariah memiliki target pertumbuhan sebesar 8% dalam beberapa tahun ke depan. Dengan ekosistem yang terus berkembang, ekonomi syariah tidak hanya berkontribusi pada sektor keuangan, tetapi juga industri halal lainnya seperti makanan, kosmetik, dan pariwisata halal.
-
Manajemen Sertifikasi Produk sebagai Kunci Daya Saing HalalpreneurPemateri kedua, Henita Astuti dari Lembaga Ekonomi Syariah Kadin Lampung, membahas pentingnya sertifikasi halal dalam meningkatkan daya saing produk. "Sertifikasi halal bukan hanya tentang kepatuhan terhadap syariat Islam, tetapi juga menjadi standar kualitas yang meningkatkan kepercayaan konsumen," jelasnya. Ia juga memberikan panduan praktis bagi para pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal agar produk mereka dapat menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Acara ini dipimpin oleh Chara Pratami Tidespania Tubarad selaku Direktur Lembaga Ekonomi Syariah Kadin Lampung. Selain menghadirkan pemateri kompeten, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi daerah, termasuk pengurus Kadin Lampung, Asosiasi Koperasi, Asosiasi UMKM, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), serta Asosiasi Logistik.
Keberadaan berbagai asosiasi ini menandakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mendorong kemajuan ekonomi syariah di Lampung. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas ekonomi syariah, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk mengembangkan bisnis halal secara lebih profesional dan berdaya saing.
Melalui acara Sinergi Ekonomi Syariah ini, Kadin Indonesia dan Kadin Lampung berhasil memberikan wawasan dan solusi bagi para pelaku usaha syariah. Dengan target pertumbuhan 8% yang dicanangkan serta dorongan untuk meningkatkan sertifikasi halal, diharapkan semakin banyak UMKM dan industri halal di Lampung yang mampu berkembang pesat.
Dengan dukungan berbagai pihak, ekonomi syariah di Lampung dapat menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun ekosistem halalpreneur yang lebih kuat dan berkelanjutan.